pilpres 2024

[pilpres 2024][list]

sosial budaya

[sosbud][bsummary]

Permintaan Maaf dari Ibu Mertua Tersangka Teroris di Bekasi

Ibu mertua DE meminta maaf kepada warga Perumahan Anggrek Harapan,
di rumah tempat DE tinggal bersama keluarganya (sumber: pribadi)

Wilayah Bekasi digegerkan oleh penangkapan tersangka teroris berinisial DE oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri (Densus 88). Namun, ada yang menarik dalam kasus ini, ibu mertua DE meminta maaf kepada warga Perumahan Anggrek Harapan, tempat DE tinggal bersama keluarganya. Inisiatif ini membawa pandangan baru tentang bagaimana lingkungan dekat tersangka menanggapi situasi tersebut.


DE bersama istri, kedua anak, dan ibu mertuanya telah bermukim di Perumahan Anggrek Harapan, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara. Saat Septa (41), seorang warga setempat, mengunjungi rumah DE pada Senin malam, ia mendapat kejutan dengan permintaan maaf yang disampaikan oleh ibu mertua DE kepada warga sekitar.


"Istrinya tidak minta maaf, tapi ibunya. Kalau istrinya itu tidak ada omongan, hanya senyum-senyum saja, tapi kalau ditanya ya dia jawab sih," kata Septa.


Menurut Septa, dia pernah bertanya kepada istri DE tentang aktivitas setelah suaminya ditangkap oleh Densus 88. Istrinya hanya memberikan jawaban singkat, "Saya juga mau ngapain ya di luar?".


Septa melanjutkan, istri DE biasanya jarang bersosialisasi dan lebih sering berada di rumah. Namun, dia keluar untuk membeli kebutuhan anak-anaknya.


"Sehari-hari saja kan dia enggak keluar, paling sekedar keperluan anak," ujar Septa.


Terkait keterkaitan istri DE dengan terorisme, Septa tidak memiliki pengetahuan pasti. Namun, dia menduga bahwa istri DE mungkin memiliki pengetahuan tentang aktivitas suaminya.


"Otomatis mungkin tahu ya, cuma kan mereka tidak terlibat kali ya dan enggak ada yang mau ngomong 'Iya, saya ikut begituan', kan enggak mungkin ngomong gitu," ujarnya.


Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, DE ditangkap tak jauh dari tempat tinggalnya di Harapan Jaya, Bekasi Utara. Di rumah DE, Densus 88 menemukan beberapa senjata api, peluru, ponsel, laptop, kamera, dan bendera terafiliasi ISIS.


Juru Bicara Densus 88 AT Polri, Kombes Aswin Siregar, mengungkapkan bahwa DE merupakan pendukung Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Ia juga aktif dalam melakukan propaganda jihad melalui media sosial, khususnya Facebook.


Menurut Aswin, DE pernah membuat unggahan dalam bahasa Arab dan Indonesia kepada pimpinan ISIS, Abu Al Husain Al Husaini Al Quraysi. DE juga terlibat dalam grup media sosial bernama BEL4J4R PEDUL1 MUH4J1R, yang dikhususkan untuk penggalangan dana.


Dalam pengembangan terbaru, Densus 88 mengungkap bahwa DE merencanakan aksi penyerangan terhadap Mako Brimob Polri dan Markas TNI. Aswin menyebut bahwa DE juga terlibat dalam latihan-latihan terkait rencana aksi tersebut.


Kisah tersembunyi di balik penangkapan DE dan permintaan maaf yang datang dari ibu mertuanya memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang konteks sosial dan kejadian-kejadian yang terjadi di lingkungan DE dan keluarganya.


#densus88 #teroris

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Politik

[politik][threecolumns]

Opini

[opini][bsummary]

Cerita Fiksi

[fiksi][bsummary]